Minggu, 19 Februari 2012

NASEHAT UMAR BIN KHOTTOB ( KHUTBAH JUM'AT )


الحمد لله حمد عبد يعلم أن سعادته الدنيوية والأخروية فى صالحت الأعمال. ويعلم أن لزوم الصالحات حصن عظيم يقى من الأهوال . أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له الذى نهى وشدد فى النهي من قبيح الخصال. وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبده ورسوله ذوالهدي الصالح فى جميع الأحوال. أللهم فصل وسلم وبارك على سيدنا محمد  وعلى آله وأصحابه الذين كانوا في صالحات الأعمال أحسن مثال. أما بعد : فيا عباد الله أوصيكم واياي بتقوى الله  و طاعته  لعلكم تفلحون.قال الله تعالى في القرآن الكريم : يا أيها الناس أعبدوا ربكم الذى خلقكم والذين من قبلكم لعلكم تتقون. وقال أيضا: من كان يريد حرث الآخرة نزد له فى حرثه. ومن كان يريد حرث الدنيا نؤته منها. وما له في الآخرة من نصيب.

Saudara-saudara kaum muslimin sidang Jum'at Rohimakumullah
Marilah kita panjatkan puji serta syukur kita kepada Allah SWT, yang telah mengaruniakan kita berbagai macam ni'mat, baik ni'mat Iman, Islam, sehat wal afiat dan panjang umur, sehingga kita dapat terus dan senantiasa melaksanakan toat kepada Allah SWT, dengan do'a semoga kita semua diberkahi di bulan Sya'ban ini dan Allah SWT berikan kesempatan kepada kita untuk menuanaikan kewajiban puasa dan mengisi amaliah Ramadhan yang sebentar lagi kita hadapi. Teriring sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada baginda Rosulillah SAW, kepada keluarganya sahabatnya dan kita kaum muslimin, semoga kita semua termasuk orang-orang yang akan mendapatkan syafaatul ulzma di hari qiamat nanti, amin ya robbal alamin.

Melalui mimbar ini selaku hamba Allah yang banyak mempunyai kekurangan, mengajak para hadirin untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT, dengan senantiasa meningkatkan keta'atan kita dan manjauhi yang dilarang oleh Allah SWT.

Hadirin sidang jum'at rohimakumullah
Begitu banyak masalah yang terjadi, baik di dalam keluarga kita, maupun di masyarakat kita. Ada kalanya masalah itu baik, ada kalanya masalah itu buruk, dan ada kalanya masalah yang timbul justru membuat bingung masyarakat awam di kalangan kita. Mengapa semua ini harus terjadi ? Menyadari pertanyaan yang timbul ini selayaknya kita sadar bahwa semua ini seharusnya  tidak terjadi di kalangan masyarakat kita. Akan kemana kita jika kalangan masyarkat terus timbul permasalahan-permasalahan yang tidak baik sesama orang Islam. Amanah yang kita emban baik di dalam keluarga maupun lingkungan masyarakat seharusnya dapat menjadi contoh yang baik bagi anak keturunan kita serta generasi penerus dan pelurus masyakat sekitar kita. Sehingga estafet kepemimpinan di kalangan masyarakat kita akan membuahkan generasi yang bertanggung jawab baik terhadap masyarakat lebih-lebih terhadap Allah SWT.

Melalui mimbar jum'at  ini saya akan mengutarakan nasehat yang ditulis oleh Syeh Ahmad ibnu syeh Hijazi di dalam kitabnya : Al Majalisustsaniyah pada halaman 28, Beliau  menulis beberapa nasihat Umar bin khottob kepada sahabatnya. Ada enam butir nasihat Umar bin Khottob dalam tulisan Syeh Ahmad, yang baik sekali untuk kita renungkan dan kita jadikan barometer akhlaq kehidupan seorang muslim sehingga menjadi bekal hati kita untuk terciptanya masyarakat yang baik menuju ridho Allah SWT  :
1)        ان أردت أن تقع فى أحد وتذمه فذم نفسك فانك لا تعلم أحدا أكثر عيوبا منها
Jika kamu menginginkan sesuatu terjadi terhadap diri seseorang dan kamu ingin mencela seseorang, maka celalah, lihatlah diri kita  sendiri, karena sesungguhnya orang lain tidak akan tau keburukuan  pribadi kita kecuali pribadi kita sendiri.
Umar bin Khottob mengajarkan kepada kita  agar kita senantiasa melihat kekurangan dan aib yang ada pada diri kita, dan senantiasa menjaga lidah kita dari kata-kata yang dapat melukai hati orang lain, karena sering kita jumpai, dan tidak sedikit di masyarakat kita, orang-orang yang kurang menjaga lidahnya yang berakibat terjadinya penyakit hati sesama muslim dikalangan masyarakat kita, pikirkan dahulu apa yang akan kita ucapkan, jika menurut kita baik ucapkanlah, dan jika menurut kita tidak baik dapat menyinggung perasaan orang lain, maka jangan sekali-kali kita lontarkan. Janganlah ada perasangka rendah atau hina pada pribadi seseorang karena pribadi kita belum tentu lebih baik dari pada orang lain. Dalam hal ini Allah SWT memperingatkan kita dalam firmanNya :
لا يسخر قوم من قوم عسى أن يكونوا خيرا منهم ولا نساء من نساء عسى أن يكن خيرا منهن
Janganlah kalian mencela suatu golongan karena belum tentu golongan yang kamu cela lebih baik dari golongan  yang mencela, begitu pula jangan para wanita  saling mencela wanita lain karena belum tentu wanita yang dicela lebih baik dari pada wanita yang mencela.  
2)        ان أردت أن تعادي أحدا فعاد البطن فليس لك عذر أعدى منها
Jika kamu ingin menyakiti seseorang, maka sakitilah perut kamu sendiri, karena tidak ada suatu penyakit yang lebih menyakitkan dari pada  menyakiti diri kita sendiri.

Umar bin Khottob mengingatkan kita agar kita tidak menyakiti orang lain, baik fisik lebih-lebih batin orang lain. Pikirkan dengan segala sesuatu yang menyakitkan apabila terjadi pada diri kita masing-masing. Jadilah orang yang berbudi pekerti luhur yang harus kita mulai dari keluarga kita, tetangga kita dan masyarakat lingkungan kita, tanpa ada saling bentur fisik  yang dapat membahayakan tubuh orang lain. Sehingga manusia yang beriman adalah manusia yang baik terhadap dirinya, keluarganya dan orang lain.
3)        ان أردت أن تحمد أحدا فاحمد الله فليس أحد أكثر منه منة عليك وألطف بك منه
Jika kamu akan memuji seseorang, pujilah Allah SWT, karena tidak ada seseorang yang paling banyak pemberiannya dan kasih sayangnya kepada kamu kecuali Allah SWT

Nasehat Umar bin Khottob yang ketiga mengajarkan kepada kita agar kita tidak terlalu berlebihan memuji seseorang atau memuji sesuatu kecuali memuji  Allah SWT, karena hanya Allah lah yang berhak kita puji. Banyak terjadi dikalangan masyarakat kita, seseorang begitu mengagungkan sesuatu, begitu mengagungkan seseorang sehingga akibat pujian terhadap sesuatu atau terhadap seseorang tersebut dapat membawa akhlaq yang tidak baik dikalangan masyarakat. Yang terjadi dikalangan masyarakat kita orang lebih mengagungkan dan lebih memandang kepada orang yang berduit bahkan mereka semua tunduk terhadap orang berduit. Ini merupakan sikap yang salah kaprah di masyarakat kita. Muhammad Nawawi bin Umar Aljawi dalam kitabnya Nasoihul Ibad pada halaman 9 menulis, berdasarkan syariat Islam alasan kita menghormati seseorang dengan catatan kecilnya :
أن الشريعة أن يكون تعظيم الناس لأجل صلاحه ولأجل علمه دون التعظيم لأجل ماله
Bahwa sesungguhnya berdasarkan syari'at Islam yang dibenarkan bahwa menghormati orang itu adalah karena kesholehannya dan karena ilmunya bukan karena harta dan kekayaannya.

Khawatir jika terjadi penghormatan seseorang dikalangan masyarakat kita karena harta dan kekayaan seseorang, mereka tunduk terhadap orang kaya maka akan hilang sepertiga agamanya, sebagaimana dijelaskan di dalam kitab Nasoihul Ibad hal     kutipan hadits  Rosululloh s.a.w. dengan sabdanya :
من تواضع لغني لغناه فقد ذهب ثلث دينه
Barang siapa patuh dan tunduk terhadap orang kaya karena hartanya, maka sungguh telah hilang sepertiga agamanya,
4)        ان أردت أن تترك شيئا فاترك الدنيا فانك ان تركــتها فانك محمود والا تركـتـك وأنت مذموم
Jika kamu ingin meninggalkan sesuatu, tinggalkanlah dunia, karena sesungguhnya jika kamu tinggalkan urusan dunia dalam arti lebih mementingkan urusan akhirat maka kamu akan terpuji dan jika kamu larut akan kehidupan dunia maka kamu akan tercela.

Yang keempat Umar bin Khottob mengajarkan kepada kita agar kita tidak terlalu memfokuskan diri kita dengan urusan dunia sehingga kita lupa dengan urusan akhirat. Maka seseorang yang cenderung lebih mementingkan kesibukan dunianya dari pada urusan akhiratnya akan semakin jauh dengan urusan agamanya. Oleh karena itu kita harus pandai membuat keseimbangan antara kebutuhan yang harus kita penuhi untuk keluarga kita, jangan sampai kita lalai untuk beribadah kepada Allah SWT.

5)        ان أردت أن تستعدشيئا فاستعد للموت فانك ان لم تستعد له حل بك الخسران والندامة
Jika kamu akan mempersiapkan perbekalan, persiapkan bekal  menghadapi kematian karena sesungguhnya jika kamu tidak mempersiapkan bekal kematian maka kamu akan rugi dan menyesal.

Yang kelima ini mengajarkan kepada kita agar kita tidak terlena dengan keseharian kita baik saat kita dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah. Keadaan kita senang atau susah pasti kita akan bertemu pada kematian dan kembali kepada Allah SWT, konsekwensinya segala apa yang kita perbuat selama kita hidup akan dimintakan pertanggungjawabannya oleh Allah SWT. Dalam keadaan senang maupun susah kita harus benar-benar mempersiapkan diri kita untuk menghadapi kematian, jika kita banyak berbuat taat kepda Allah, bergaul sesama anak, istri, saudara dan masyarkat tanpa meninggalkan sifat yang buruk dihadapan mereka insya Allah kita akan merasakan haqiqat iman yang kita miliki, menghadapi ajal dengan husnul khotimah. Kita harus sadar bahwa saat dan detik ini kita hanya menunggu dipanggil oleh Allah SWT.
6)        ان أردت أن تطلب شيئا فاطلب الآخرة فلست تنالها الا بان تطلبها
Jika kamu ingin menuntut sesuatu, tuntutlah akhirat karena sesungguhnya kamu tidak akan memperoleh hasil akhirat kecuali dengan menuntut ilmu akhirat

Nasehat Umar bin Khottob yang terakhir mengajarkan kita untuk mencapai ganjaran akhirat melalui belajar ilmu agama. Sebab seseorang tanpa mempelajari ilmu agama benar ibadah dan tata cara beribadah yang dituntut syariat Islam, dan kesemuanya harus dilandasi dengan ikhlas karena Allah SWT.

Hadirin sidang Jum'at Rohimakumulloh
Mari kita jaga mulut kita, anggota tubuh kita, menjaga hubungan baik  dalam rumah tangga dan masyarakat lingkungan kita, kemudian kita hidup dengan menjaga  keseimbangan antara kehidupan  dunia dan kehidupan akhirat, berhati hati dan memanfaatkan sisa umur yang Allah berikan kepada kita, serta mau untuk mempelajari  dan mengamalkan ilmu agama, insya Allah, jika ini kita terapkan di dalam bermasyarakat akan timbul masyarakat yang rendah hati, masyarakat yang berakhlaq, dan pada gilirannya terciptanya masyarakat  yang bersatu untuk memajukan ummat di sekitar kita dan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Demikianlah khutbah jum'at yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat khususnya untuk pribadi saya, dan umumnya kepada para hadirin. Semoga Allah SWT senantiasa memelihara kehidupan kita menjadi hidup yang baik sesuai dengan aturan Syariat Islam sehingga terciptanya masyarat yang harmonis dalam rangka menuju ridho Allah SWT, amin
وفقني الله واياكم ممن يحافظ معيشة الرضى ونال سعادة المرتضى . أعوذ بالله السميع العليم من الشيطان الرجيم : فمن كان يرجوا لقاء ربه فليعمل عملا صالحا. ولا يشرك بعبادة ربه أحدا. بارك الله لى ولكم فى القرآن الكريم.ونفعني واياكم بالآيات والذكر الحكيم. أقول قولى هذا وأستغفرالله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات فاستغفروه انه هو الغفور الرحيم. 

KHUTBAH JUM'AT


الحمد لله الذي تعرف إلى خلقه بأنواع التَّعَرُّفَات، وَنَصَبَ لهم الدَّلاَلاَت، وأوضح لهم الآياتِ البينات. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له دَعَا عِبَادَهُ إلى التَّفَكُّرِ في آياته ومخلوقاته، لِيَسْتَدِلُّوْا بذلك على وحدانيتِه، وصفاتِ كمالِه، ونعوتِ جلالِه. وأشهد أن محمدًا عبدُه ورسولُه إمامُ المُتَفَكِّرِيْن، وَقُدْوَةُ الذَّاكِرِيْن. اللهم فصل وسلم على عبدِك ورسولِك محمدٍ وعلى آله وأصحابه أجمعين. أما بعد: فيا عبادَ الله: اتقوا الله حقَّ تقاته ولا تموتن الا وأنتم مسلمون: قال الله تعالى فى القرآن الكريم : أعوذ بالله من الشيطان الرجيم : ¨bÎ) šúïÏ%©!$# (#rãxÿx. tbr‘‰ÝÁtƒur `tã È@‹Î6y™ «!$# ωÉfó¡yJø9$#ur ÏQ#tysø9$# “Ï%©!$# çm»uZù=yèy_ Ĩ$¨Y=Ï9 ¹ä!#uqy™ ß#Å3»yèø9$# ÏmŠÏù ÏŠ$t7ø9$#ur 4 `tBur ÷ŠÌãƒ ÏmŠÏù ¥Š$ysø9Î*Î/ 5Où=ÝàÎ/ çmø%É‹œR ô`ÏB A>#x‹tã 5OŠÏ9r& .
Ma'asyirol muslimin rohimakumulloh !
1.       Ucapan syukur
2.       Sholawat
3.       Wasiat taqwa
Ma'asyirol muslimin rohimakumulloh !
Dalam khutbah  kali ini, akan saya sampaikan sebuah hadits Nabi Muhammad SAW riwayat Imam Baihaqi dan Thobroni dari Ibnu Abbas, Rosululloh SAW bersabda :
أَبْغَضُ النَّاسِ إِلىَ اللهِ ثَلاَثَةٌ  مُلْحِدٌ فِي الحَرَمِ, وَ مُبْتَغٌ فيِ الإِسْلاَمِ سُنَّةَ الجَاهِلِيَّةِ, وَمُطَّلِبٌ دَمَ امْرِئٍ بِغَيْرِ الحَقِّ لِيُهْرِقَ دَمُهُ
Artinya : Manusia yang paling di benci Alloh SWT ada tiga golongan :
1.       Orang yang menyimpang dari kebenaran
2.       Orang yang islam yang menghidupkan cara-cara tabi'at jahiliyah
3.       Orang yang menuntut pertumpahan darah seseorang tanpa hak agar mengalir darahnya ( membunuh tanpa hak )
Ma'asyirol muslimin rohimakumulloh !
Mari kita lihat apa yang dimaksud oleh rosululloh SAW dari hadits yang saya bacakan :
1.       Dalam hadits tersebut memuat manusia yang Alloh paling benci, yaitu dalam kalimat :
أبغض الناس إلى الله, menurut para ahli hadits yang dimaksud dengan manusia yang alloh paling benci di sini adalah bukan saja orang kafir, akan tetapi intinya adalah orang yang beriman yang mengerjakan ma'siat, sebagai mana pendapat Imam Al Qodhi dalam kitab Faidul Qodir. Jadi dalam potongan hadits ini esensi sabda Rosululloh diperuntukkan untuk  manusia beriman yang Alloh paling benci. Dan untuk kita sebagai manusia beriman, dari potongan awal hadits ini, mari kita jaga diri kita agar kita tidak tergolong orang yang beriman yang amat dibenci Alloh SWT, jadilah manusia yang selalu dicintai Alloh SWT.
2.       Ada tiga golongan orang beriman yang Alloh paling benci :
2.1. . ملحد في الحرم, dalam syarah hadits ini yang ditulis leh Imam Al Manawi dalam kitab Faidulqodir, yang dimaksud dengan orang yang menyimpang di sini adalah :
 إنسان مائل عن الاستقامة في حق الحرم, yaitu manusia yang berpaling dari jalan yang lurus di dalam masalah sesuatu kebenaran yang diharamkan. Artinya manusia yang amat Alloh benci adalah sesuatu yang Agama telah tentukan haram masih saja dikerjakan.
Dalam hal ini Alloh SWT berfirman dalam Al Qur'an pada surat Fusshilat ayat 40 :
¨bÎ) tûïÏ%©!$# tbr߉Åsù=ムþ’Îû $uZÏF»tƒ#uä Ÿw tböqxÿøƒs† !$uZø‹n=tã 3 `yJsùr& 4’s+ù=ム’Îû Í‘$¨Z9$# îŽöyz Pr& `¨B þ’ÎAù'tƒ $YZÏB#uä tPöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# 4 (#qè=uHùå$# $tB ôMçGø¤Ï© ( ¼çm¯RÎ) $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ÅÁt/  
Artinya :                 Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari kami. Maka Apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik, ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari kiamat? perbuatlah apa yang kamu kehendaki; Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan.
Ma'asyirol muslimin rohimakumulloh !
Masalah  ملحد في الحرم penyimpangan yang dikandung dalam hadits ini, menurut Imam Al Manawi dalam syarah hadits ini dibagi menjadi dua penyimpangan :
1.       Penyimpangan dengan katagori musyrik yang dapat melenyapkan iman seseorang, yang disebut syirik
jali.
`tB õ8ÎŽô³ç„ «!$$Î/ ô‰s)sù tP§ym ª!$# Ïmø‹n=tã sp¨Yyfø9$# çm1urù'tBur â‘$¨Y9$# ( $tBur šúüÏJÎ=»©à=Ï9 ô`ÏB 9‘$|ÁRr& 
orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.
2.       Penyimpangan dengan katagori syirik melalui penyebab yang dapat menghinakan jiwa kita dan tidak sampai melenyapkan keimanan kita, dan disebut syirik khofiy bahkan jika melekat pada diri kita akan menimbulkan sifat munafik dalam bathin kita. Sebagai contoh : kita sholat, kita memberikan amal jariah dan kita beribadah bukan semata-mata karena Alloh, tapi karena ingin dilihat orang lain, ingin dipuji orang lain. Dan yang amat kita takuti, kita tergolong orang-orang yang munafik.
¨bÎ) tûüÉ)Ïÿ»uZßJø9$# tbqããω»sƒä† ©!$# uqèdur öNßgããω»yz #sŒÎ)ur (#þqãB$s% ’n<Î) Ío4qn=¢Á9$# (#qãB$s% 4’n<$|¡ä. tbrâä!#tãƒ }¨$¨Z9$# Ÿwur šcrãä.õ‹tƒ ©!$# žwÎ) WxŠÎ=s%    
Artinya :                 Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.
Mari kita jaga diri kita agar tidak tergelincir dari praktik-praktik kemusyrikan, dengan memelihara keimanan kita kepada Alloh, dan menjaga ibadah kita,  baik ibadah mahdhoh maupun ibadah ghoiru mahdhoh semata-mata karena Alloh bukan untuk kita perlihatkan kepada orang lain atau dipuji oleh orang lain.
Ma'asyirol muslimin rohimakumulloh !
2.2.         Golongan yang kedua yang Alloh SWT paling benci adalah : مبتغ في الإسلام سنة الجاهلية , orang Islam yang berkeinginan dan melakukan untuk praktek hidup dengan prilaku jahiliyah.
Ma'asyirol muslimin rohimakumulloh !
Apa saja yang dikatakan menghidupkan cara-cara hidup zaman jahiliyah ?
Dalam syarah hadits ini Syeikh Muhammad Abdul Ro'uf Al Manawi menjelaskan, diantara praktek-praktek kehidupan jahiliyah adalah : Membunuh anak kandung sendiri, percaya kepada tukang ramal, percaya dengan praktik-praktik perdukunan, meratapi mayat dengan berlebihan, perjudian, minum-minuman keras, tukang fitnah, menolak hukum qisos, mencari kebenaran bukan kepada ahlinya.
Ma'asyirol muslimin rohimakumulloh !
Inilah cara-cara dan praktik hidup manusia zaman jahiliyah, dan jika kita perhatikan kehidupan zaman sekarang ini baik di lingkungan kita sendiri maupun di luar lingkungan kita, ternyata  masih banyak masyarakat kita yang masih senantiasa melakukan praktik-praktik hidup cara zaman jahiliyah. Mari kita pelihara diri kita, keluarga kita agar tidak terjerumus ke dalam paktik hidup jahiliyah.
Ma'asyirol muslimin rohimakumulloh !
2.3.              Golongan yang terakhir, yaitu golongan yang ketiga, golongan orang beriman yang Alloh amat benci adalah membunuh orang lain tanpa hak. Hal ini merupakan perbuatan dosa besar yang balasannya adalah siksa api neraka jahannam, sebagai mana firman Alloh SWT dalam surat An nisa ayat 93 :
`tBur ö@çFø)tƒ $YYÏB÷sãB #Y‰ÏdJyètG•B ¼çnät!#t“yfsù ÞO¨Yygy_ #V$Î#»yz $pkŽÏù |=ÅÒxîur ª!$# Ïmø‹n=tã ¼çmuZyès9ur £‰tãr&ur ¼çms9 $¹/#x‹tã $VJŠÏàtã ÇÒÌÈ  
Artinya :                 dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.
Mari kita pelihara diri dan keluarga kita dalam bergaul, baik di lingkungan keluarga kita maupun di lingkungan masyarakat kita, agar jangan sampai terjadi pertumpahan darah di antara kita.
Ma'asyirol muslimin rohimakumulloh !
Demikianlah khutbah Jum'at kali ini, satu hadits yang saya sampaikan mudah-mudahan bermanfaat khususnya untuk diri pribadi saya dan juga untuk para hadirin. Mari kita mohon kepada Alloh SWT, agar kita dijadikan orang-orang yang senantiasa dicintai Alloh dan RosulNya dan bukan termasuk orang-orang yang Alloh SWT benci, amin ya robbal 'aalamin.

جَعَلَنَا اللّهُ وَإِيَّاكُم مِمَنْ يحبه و ينصره ,لا ممن يُبْغِضُه وَيَخْذُلُه. أعوذ بالله السميع العليم من الشيطان الرجيم
ö@è% ’ÎoTÎ) `s9 ’ÎTuŽÅgä† z`ÏB «!$# Ó‰tnr& ô`s9ur y‰É`r& `ÏB ¾ÏmÏRrߊ #´‰ystGù=ãB. بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعنا جميعًا بما فيه من الآيات والذكر الحكيم. أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيمَ الجليلَ ليِ ولكم من كل ذَنْبٍ، فاستغفروه يَغْفِرْ لكم إنه هو الغفور الرحيم.